Aqiqah dan Qurban sebagai Ketaatan

Di dalam Islam, ada dua macam ibadah yang berhubungan dengan penyembelihan hewan. Pertama, adalah Aqiqah, dan kedua adalah ibadah Qurban. Kedua ibadah ini mensyaratkan kepada setiap kaum muslimin untuk menyembelih hewan ternak yang halal dan dianjurkan.

Aqiqah

Aqiqah merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan bagi setiap pribadi muslim yang mampu secara finansial. Aturan aqiqah pun begitu sederhana dan mudah untuk dilaksanakan. Orang tua yang telah mendapatkan amanah dengan kelahiran seorang anak lelaki, maka disunnahkan untuk menyembelih dua (2) ekor kambing yang sehat, sedangkan untuk seorang anak perempuan maka disunnahkan untuk menyembelih satu (1) ekor kambing saja.

Keutamaan ataupun sunnah aqiqah ini terdapat di dalam beberapa hadis, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Turmudzi, dan Ibnu Majah, “Setiap anak yang lahir itu terpelihara dengan aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ke tujuh (daripada hari kelahirannya), dicukur dan dberi nama.” Selain itupun telah diriwayatkan oleh Ahmad, dari jalur Ummu Karaz Al Ka’biyah bahwa ia bertanya kepada Rasulullah tetang aqiqah. Beliau bersabda, “Bagi anak laki-laki disembelih dua ekor kambing dan bagi anak perempuan disembelihkan satu ekor. Dan tidak akan membahayakan kamu sekalian, apakah (sembelihan itu) jantan atau betina.”

Nah, di sini tidak ada penjelasan mengenai berkelamin apa kambing yang akan disembelih. Namun, para ulama ternyata juga menganjurkan pada kita yang ber-aqiqah untuk memilih kambing yang sehat, kemudian dimatangkan terlebih dahulu (dimasak), tulangnya tidak pecah, kemudian barulah kita bisa membagikan hasil aqiqah kepada orang lain; tetangga, kerabat, keluarga, dan lain sebagainya, sebab ini akan menambah kebaikan bagi kita yang berhajat maupun orang-orang disekeliling kita. Sehingga syiar agama Islam ini pun mampu dirasakan oleh lebih banyak lagi orang.

syarat hewan aqiqah atau qurban

Qurban

Ibadah kedua yang berhubungan dengan penyembelihan hewan ternak adalah Qurban. Ritual ibadah inipun berlaku bagi individu-individu yang mampu. Seruan akan hal ini terdapat dalam beberapa ayat al-Qur’an, salah satunya di dalam Surah Al-Hajj: 36, yang artinya, “Dan telah Kami jadikan unta-unta itu sebahagian daripada syi’ar Allah, kamu memperolehi kebaikan yang banyak daripadanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah diikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

Demikianlah seruan dua ibadah yang membutuhkan pengorbanan harta dalam bentuk hewan ternak yang disembelih. Ibadah yang mengambil contoh dari ayah kita, Ibrahim AS, dengan pengorbanannya untuk menyembelih anak tersayangnya Ismail AS. Semoga kita dimudahkan untuk melaksanakan dua jenis ibadah ini oleh Allah SWT. Aamiin.

Dan bukankah sebuah kebanggaan bagi kita jika memiliki sebuah usaha yang mempermudah orang lain untuk melakukan ketaatan? Itulah mengapa kami katakan bahwa Algira Kampung Qurban ini merupakan inovasi properti yang tak boleh Anda lewatkan begitu saja.