Kaedah dalam Mengkonsumsi Makanan Olahan Daging Kambing

adsense-fallback
[algirakampungqurban.com] Stigma daging kambing sebagai pemicu munculnya berbagai masalah penyakit seperti kolesterol, hipertensi atau asam urat, membuat orang jadi was – was saat menyantapnya, namun sejatinya, anda tidak perlu takut dan pantang menyantap makanan dengan olahan daging kambing.

Anggapan daging kambing yang mengandung kolesterol tinggi  sudah terlanjur mengakar di dalam benak masyarakat, padahal jika diteliti menurut referensi kandungan nutrisi Depatemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA, daging kambing memiliki kandungan kalori, lemak total, lemak jenuh, protein dan kolesterol lebih rendah dibanding dengan ayam, sapi, babi dan domba.

Per 85 gram daging kambing yang dimasak memiliki kalori sebesar 122, sedangkan ayam 162 kalori, sapi 179 kalori, Babi 180 kalori dan domba 175 kalori, dari segi lemak pun daging kambing memiliki kandungan yang paling sedikit. Per 85 gram saja, dengan lemak 2,6 gram, ayam sebesar 6,3 gram, sapi sebesar 7,9 gram,Babisebesar 8,2 gram, dan domba 8,1gram.

Kandungan kolesterol daging kambing juga paling rendah yaitu 63,8 Miligramper 85 gram penyajiannya. Tentu lebih kecil dari sapi dan babi yang memiliki kandungan kolesterol sebesar 73,1 miligram, serta domba sebanyak 78,2 miligram serta ayam  sebanyak 76 miligram, .

Meski secara hitungan kalori dan kandungan lemak daging kambing tergolong rendah, namun banyak para ahli yang sudah menyebutkan bahwa mengkonsumsi daging kambing tidak menjadi suatu masalah, asal sesuai dengan kaedah tertentu. Mengutip beberapa saran para ahli, (sumber CNNindonesia.com) merangkum sejumlah kaedah bagi anda yang ingin menyantap daging kambing tanpa rasa takut menyantapnya.

  1. Kenali teknik olahan

Mengenali teknik olahan membantu anda memahami kondisi terbaik untuk menikmati daging kambing tanpa rasa takut, beberapa teknik memasak untuk daging merah seperti dibakar atau digoreng  akan memicu kanker pada manusia, hal ini karena teknik memasak demikian menghasilkan heterocyclic amnines. Olahan dengan tambahan santan dan garam seperti gulai juga akan menambah lemak yang memicu penyakit seperti kolesterol dan hipertensi.

  1. Hindari jeroan (bagian organ dalam)

Jeroan kambing sering diolah menjadi masakan yang menjadi favorit masyarakat seperti  soto babat atau tongseng, Bagi para penderita asam urat, penderita kencing manis dan darah tinggi, sebaiknya harus hati – hati  dalam mengonsumsi jeroan, seperti pada bagian khusus yaitu torpedo yang sejatinya tidak sehat jika dikonsumsi oleh tubuh manusia.

Sebaiknya memilih bagian yang kadar lemaknya lebih rendah seperti pada bagian paha, yang terdapat pada kambing muda dan tentu juga diimbangi dengan asupan sayur dan buah.

  1. Jika tensi rendah jangan asal makan kambing

Daging kambing menjadi obat paling ampuh untuk menaikan tensi tekanan darah untuk kalangan penderita tensi rendah. Namun ternyata cara yang tidak benar dan tepat akan menjadi masalah baru bagi si penderita, bagi  penderita tensi rendah sebaiknya pola makan daging kambing tidak berlebihan, dalam artian secukupnya, jika tidak hal ini akan muncul masalah baru seperti sembelit dan memicu naiknya asam lambung yang akan memperparah kondisi.

  1. Kenali waktu dan tidak berlebihan

Pola mengonsumsi daging kambing pada masyarakat  akan meningkat saat hari raya qurban, untuk itu para ahli mengingatkan, untuk tidak mengonsumsi secara berlebihan dan dikonsumsi dalam waktu pendek. Dampak langsung yang bisa terjadi akibat mengkonsumsi makanan olahan daging secara berlebihan adalah sembelit. Jika dikonsumsi lebih saat menjelang tidur akan mengganggu lambung.

Nah, begitulah hal yang mesti kita perhatikan dalam mengkonsumsi daging kambing sobat sekalian. Pada intinya, jangan berlebihan, dan mulailah dengan bacaan Bismillah.

Wassalam.

adsense-fallback