Sebuah Cerita Dibalik Proyek Algira Kampung Qurban

adsense-fallback

Konon salah satu ulama di desa Cintamanik yang tentunya mempunyai ilmu yang mumpuni, menyampaikan kepada penduduk dan sekitarnya bahwa suatu saat Desa Cintamanik akan harum dan terkenal karena penuh dengan tanaman kurma.

Sampai hari ini berita tersebut masih diingat karena secara turun temurun disampaikan kepada anak cucu mereka.

Nah… jika Anda bertanya darimana berita tersebut? Begini nih ceritanya…

Beberapa tahun yang lalu (kayaknya lama banget ya.. padahal sih belum lama2 amat – 2 tahunan lah) tepatnya bertepatan tanggal 17 Ramadhan, datanglah 3 orang pengusaha untuk menemui pemilik tanah ratusan hektar yang terletak di desa Cintamanik. Mereka agak heran juga sebelumnya karena kebiasaan di Indonesia, pemilik tanah yang luasnya hektaran pasti “orang Jakarta” namun ternyata pemilik tanah tersebut asli dari Cintamanik.

Setelah sowan dan bertemu langsung, lalu diceritakanlah oleh salah satu pengusaha tersebut bahwa mereka berminat untuk membeli dan mengembangkan tanahnya. Mungkin awalnya pemilik tanah tersebut tidak menyimak atau entah sedang membayangkan apa atau memang belum paham benar. Maka pernyataan tersebut sampai diulang 3 kali.

Mendengar pernyataan tersebut beliau ingin ketegasan : “Apakah memang tanah tersebut mau ditanami pohon kurma”?
“Betul” jawab sang pengusaha, “bahkan bukan hanya kurma tapi tanaman lain dan ternak yang tersebut dalam Al-Quran”.

Mendengar hal tersebut pemilik tanah langsung meneteskan airmata dan menciumi tangan para pengusaha tersebut. Karena beliau ingat akan apa yang telah didengar sebelumnya dari para ulama bahwa nantinya tanah tersebut akan dipenuhi dengan Pohon Kurma….

Demikianlah mungkin ALLAH SWT sudah menentukan takdirnya bahwa ditempat tersebut akan dipenuhi dengan pohon Kurma, Zaitun dan Tin serta peternakan Kambing dan Domba melalui sebuah perusahaan yang bernama ALGIRA.

Kebenaran atas cerita tentang adanya “bashiroh ulama” tentang Desa Cintamanik akan harum dan terkenal karena penuh dengan tanaman kurma hanya Allah yang tahu.
Wallahu a’lam bisshawab.

(Ditulis atas hasil ngobrol Kang Dedi bareng COO Algira)

adsense-fallback